Minggu, 06 Mei 2012

Opini Pendidikan

KONSEP ISLAMIC SMART SCHOOL
Oleh : H. Wawan Juanda*
Pendahuluan
Indonesia adalah negara yang mayoritas  penduduknya menganut ajaran Islam. Bahkan penganut agama Islam terbesar di dunia. Dengan jumlah tersebut, kita harus sadar bahwa eksistensi pendidikan Islam jangan dianggap remeh meskipun banyak kekurangan dan kelemahannya. Pada tahun 1970-an lembaga pendidikan Islam  masih dipandang  sebelah mata , baik oleh penguasa maupun  umat Isam sendiri. Hal ini masih terasa sampai saat ini.  Bahkan diskriminasi pemerintah terahadap pendidkan Islam  semakin mencuat ketika pada masa orde baru.  
Setelah diberlakukannya Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no 20 tahun 2003 perhatian pemerintah sudah mulai terasa. Terutama perhatian financial  kepada lembaga Islam sama dengan yang diberikan kepada Pendidikan umum. Ini merupakan kesempatan emas bagi pada manajer pendidikan Islam untuk berbenah diri dan berunjuk gigi untuk mempersiapkan pendidikan yang bermutu dan unggul sehingga dapat mencetak siswa-siswa berpresastasi .
Sekolah Islam yang unggul sangat dinanti-nantikan kaum muslimin pada saat ini.  Dulu, para orang tua  merasa malu   memasukan anaknya ke sekolah Islam hanya karena tidak bermutu dan tidak berprospek. Tapi sekarang sudah mulai bergeser untuk berlomba-lomba memasukan putra – putrinya ke sekolah Islam  bukan lagi pertimbangan idieologi saja melainkan pertimbangan rasional. Artinya, mereka tidak bisa serta merta memasukan putra-putrinya ke sekolah Islam hanya karena sama identitas keislamannya, akan tetapi mereka melakukan seleksi terlebih dahulu. Jika ternyata sekolah tersebut bermutu dan dikelola dengan profesioanl , mereka sangat tertarik untuk menjadikannya sebagai pilihan. Tetapi di era sekarang, sekolah Islam yang bermutu itu hanya dipilih oleh kalangan menengah ke atas karena membutuhkan financial yang cukup besar. Sedangkan masyarakat golongan menengah ke bawah tidak bisa masuk. Ini suatu dilema bagi kaum muslimin dan para stakeholder pendidikan Islam. Seandainya masayarakat muslim golongan menengah ke bawah tetap diterima maka sekolah tersebut harus mempersiapkan dana besar untuk membiayai pendidkan mereka. Sedangkan Dana yang tersedia terbatas. Sebab menjadikan sekolah menjadi uanggul dan bermutu itu membutuhkan biaya besar. Karena semakin unggul suatu sekolah maka sudah pasti akan menghasil out put yang unggul pula.
Apa sekolah Islam yang unggul itu? Dan bagaimana konsep Islmic smart school itu? Pada makalah ini penulis akan mencoba menjelaskan konsep sekolah Islam  unggul bila penulis disuatu saat menjadi manajer dalam lembaga pendidikan Islam.
PEMBAHASAN
1.      Pengertian Islamic Smart School
Secara etimologi kata Islamic diambil kata dari kata Islam yang menurut hemat penulis berarti tunduk, ajaran.  Kata Smart menurut arti leksikal adalah cerdas, pintar, bijak, cepat[1] yang hemat penulis bisa diartikan unggul. Sedangkan kata school berasal dari bahasa Inggris yang artinya sekolah (Madrasah, Arab). Jika disusun, arti ketiga kata tersebut  menjadi; Sekolah unggul yang memasukan nilai-nilai keislaman.
Secara terminologi dapat diartikan bahwa sekolah Islam unggul itu adalah sekolah yang guru-gurunya mampu mengubah kesadaran, perilaku, pandangan, semangat dan prestasi  siswa.[2] Muzamil Qomar juga menambahkan bahwa sekolah Islam unggul itu adalah sekolah Islam yang pengelolaannya fleksibel. Artinya, jika diperlukan, pengelola berani mengambil kebijakan atau memutuskan hal-hal yang berbeda dengan petunjuk formal dari kalangan atas. [3] Melihat kedua ta’rif terserut penulis berasumsi bahwa sekolah itu bisa dikatakan unggul bila dalam proses pembelajaran dan manajemennya ditata rapi dan professional . Hal ini akan berimflikasi kepada kualitas out put dan out come siswa. Jika sekolah tidak menghasilkan kualitas lulusan yang bermutu belum dikatakan sekolah unggul walaupun sarana dan prasarananya mendukung. Singkatnya, sekolah Islam yang unggul itu terintegrasinya keunggulan manajemen, keunggulan proses dan keunggulan penunjang kegiatan belajar mengajar
Dalam merumuskan sekolah Islam unggul itu, diperlukan   prinsip orientasi strategis yang integral, diantaranya;
a.      Orientasi pengambangan sumber daya manusia ( dimensi potesial Pendidik, siswa dan  tanaga kependidikan)
b.      Berorientasi kepada pendidikan Islam multikulturalis ( dimensi cultural )
c.       Mempertegas visi dan  misi dasar, yaitu menyempurnakan akhlaq)
d.      Menmgutamakan spiritulitas watak kebangsaan ( Dimensi keimanan)[4]
Dalam orientasi pendidikan Islam, sekolah Islam yang unggul harus melahirkan peserta didik yang memiliki lima kesadaran. Yaitu,
a.      Kesadaran akan adanya Tuhan. Pendidik dituntut untuk mampu mengenalkan siswanya kepada Allah. Karena secara tidak langsung ada relasi manusia dengan Allah lewat ibadah mahdhah. Hal ini mengajarkan kepada siswa untuk taat dan ikhlas dalam beribadah kepada Allah
b.      Kesadaran akan kemanusiaan. Pendidik dituntut untuk memberikan informasi kepada siswa bahwa ibadah itu bukan hanya langsung dengan Allah saja, melainkan berinterkasi dengan sesame manusia merupakan ibadah (Ibadah Ghair Mahdhah). Seperti berlaku adil berbuat baik dan tolong –menolong dengan sesama manusia
c.       Kesadaran akan kealaman. Pendidik dituntut untuk mengenalkan kepada siswa bahwa menjaga  dan memakmurkan alam itu merupakan  perintah Allah. Bahkan berdosa bagi manusia yang suka mengekploitasi dan merusak alam.
d.      Kesadaran akan keduniaan. Pendidik harus mampu memberikan pemahaman kepada siswanya bahwa terdapat relasi antara  manusia dengan dunia. Artinya, dalam menggapai kehidupan dunia akan dihadapkan kepada ujian , kompetisi dan berdaya saing tinggi
e.      Kesadaraan akan kehidupan akhirat. Pendidik harus mampu menanamkan jiwa tanggungjawab kepada siswanya. Karena setiap perilaku akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan masnusia dan Allah SWT.

2.      Pengelolaan Islamic smart school
A.      Menentukan Visi dan Misi Sekolah
Visi
“ Insan yang unggul dalam Ilmu agama dan ilmu umum, terampil, kompetatif  dan berakhaqul karimah”
Misi
1.      Melaksanakan pembelajaran yang bermutu dan berorientasi kepada kecerdasan akal, emosional dan spiritual
2.      Membiasakan berbahasa asing 2 hari dalam seminggu
3.      Berlatih menjelajahi informasi dan teknologi
4.      Melaksanakan Pembelajaran keagamaan yang konfrehensif

Tidak ada komentar:

Posting Komentar